Fibonacci Retracement dibangun sebagai berikut: pertama, sebuah garis tren dibangun di antara dua titik ekstrim, contohnya, dari palung ke puncak. Kemudian, sembilan garis horisontal menyilang/memotong garis tren pada batas-batas Fibonacci dari 0.0, 23.6, 38.2, 50, 61.8, 100, 161.8, dan 423.6 persen digambar. Setelah kenaikan atau penurunan yang signifikan, harga sering kembali ke batas sebelumnya mengkoreksi sebagian penting (dan kadang seluruhnya) atas pergerakan awal mereka. Harga-harga sering menghadapi support/resistance pada batas Fibonacci Retracement atau mendekatinya selama pergerakan timbal balik seperti itu.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Tampilkan postingan dengan label Indikator tools. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indikator tools. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Januari 2008
Indikator Fibonacce Channel
Fibonacce Channel dibangun menggunakan beberapa garis tren yang paralel. Untuk membangun instrumen ini, channel menggunakan lebar (yang biasa disebut “lebar unit”). Kemudian, garis paralel ditarik pada nilai-nilai yang sama dengan Angka Fibonacci, dimulai dari 0.618 dan kelipatannya, kemudian kelipatan 1.000, kelipatan 1.618, kelipatan 2.618, kelipatan 4.236, dan seterusnya. Setelah gelombang kelima terbentuk, koreksi dari arah yang berlawanan dengan tren dapat diperkirakan.
Sangat perlu untuk mengingat bahwa bangunan Fibonacci Channel yang benar, garis dasar membatasi bagian atas channel ketika tren sedang naik, dan bagian bawahnya ketika tren sedang turun.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Sangat perlu untuk mengingat bahwa bangunan Fibonacci Channel yang benar, garis dasar membatasi bagian atas channel ketika tren sedang naik, dan bagian bawahnya ketika tren sedang turun.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Studi Garis
Dalam analisa teknis, garis dan berbagai bentuk geometrik yang diterapkan pada price chart atau dalam tabel indikator disebut studi garis. Termasuk di dalamnya yaitu garis support/resistance dan garis tren yang telah dijelaskan di atas, bersamaan dengan:
Instrumen Fibonacci
Leonardo Fibonacci adalah seorang ahli matematika Itali yang lahir pada 1170 Masehi. Dia dianggap telah menemukan rangkaian angka selama masa penelitannya di Piramid Besar di Giza. Angka Fibonacci adalah rangkaian angka di mana setiap angka kelanjutannya didapat dari menambahkan dua angka sebelumnya: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dst.
Angka-angka ini dihubungkan dengan sederet korelasi. Contoh, setiap angka dalam deretan adalah kira 1.618 kali lebih banyak dari sebelumnya, dan tiap angka sebelumnya membuat kira-kira 0.618 urutan.
Ada beberapa instrumen umum analisa teknis berdasarkan Angka Fibonacci. Prinsip intrepretasi yang umum atas instrumen-instrumen ini ada di dalam fakta bahwa, ketika harga berjumlah kira-kira mendekati garis yang terbangun karena bantuan mereka, perubahan perkembangan tren seharusnya akan terjadi.
Fibonacci Arcs (Busur Fibonacci)
Fibonacci Fan (Kipas Fibonacci)
Fibonacci Retracement (Penarikan Fibonacci)
Fibonacci Time Zone (Zona Waktu Fibonacci)
Fibonacci Expantion (Ekspansi Fibonacci)
Fibonacci Channel (Lorong Fibonacci)
Instrumen Gann
W.D Gann (1878 – 1955) mengembangkan sebuah angka dari metode unik atas analisa price chart. Dia menghabiskan waktunya mengamati sudut geometris yang mencerminkan hubungan antara waktu dan harga. Gann percaya bahwa bentuk-bentuk geometris dan sudut-sudut tertentu memiliki fitur-fitur yang khas yang dapat digunakan untuk meramalkan pergerakan harga.
Gann mengungkapkan bahwa ada perbandingan ideal antara waktu dan harga bila harga naik atau jatuh pada sudut 45 derajat terhadap axis waktu. Sudut ini dirancang sebagai “1x1” dan sesuai dengan peningkatan harga unit setiap interval unit waktu.
Instrumen analisa lainnya
Ada beberapa studi garis yang banyak digunakan dalam analisa teknis dan membantu menetapkan lorong (channel) dan perubahan tren. Instrumen-instrumen tersebut antara lain:
Lorong Regresi Linier
Lorong Equidistant
Lorong Standar Deviasi
Pitchfork Andrew
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Instrumen Fibonacci
Leonardo Fibonacci adalah seorang ahli matematika Itali yang lahir pada 1170 Masehi. Dia dianggap telah menemukan rangkaian angka selama masa penelitannya di Piramid Besar di Giza. Angka Fibonacci adalah rangkaian angka di mana setiap angka kelanjutannya didapat dari menambahkan dua angka sebelumnya: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dst.
Angka-angka ini dihubungkan dengan sederet korelasi. Contoh, setiap angka dalam deretan adalah kira 1.618 kali lebih banyak dari sebelumnya, dan tiap angka sebelumnya membuat kira-kira 0.618 urutan.
Ada beberapa instrumen umum analisa teknis berdasarkan Angka Fibonacci. Prinsip intrepretasi yang umum atas instrumen-instrumen ini ada di dalam fakta bahwa, ketika harga berjumlah kira-kira mendekati garis yang terbangun karena bantuan mereka, perubahan perkembangan tren seharusnya akan terjadi.
Fibonacci Arcs (Busur Fibonacci)
Fibonacci Fan (Kipas Fibonacci)
Fibonacci Retracement (Penarikan Fibonacci)
Fibonacci Time Zone (Zona Waktu Fibonacci)
Fibonacci Expantion (Ekspansi Fibonacci)
Fibonacci Channel (Lorong Fibonacci)
Instrumen Gann
W.D Gann (1878 – 1955) mengembangkan sebuah angka dari metode unik atas analisa price chart. Dia menghabiskan waktunya mengamati sudut geometris yang mencerminkan hubungan antara waktu dan harga. Gann percaya bahwa bentuk-bentuk geometris dan sudut-sudut tertentu memiliki fitur-fitur yang khas yang dapat digunakan untuk meramalkan pergerakan harga.
Gann mengungkapkan bahwa ada perbandingan ideal antara waktu dan harga bila harga naik atau jatuh pada sudut 45 derajat terhadap axis waktu. Sudut ini dirancang sebagai “1x1” dan sesuai dengan peningkatan harga unit setiap interval unit waktu.
Instrumen analisa lainnya
Ada beberapa studi garis yang banyak digunakan dalam analisa teknis dan membantu menetapkan lorong (channel) dan perubahan tren. Instrumen-instrumen tersebut antara lain:
Lorong Regresi Linier
Lorong Equidistant
Lorong Standar Deviasi
Pitchfork Andrew
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Ichimoku Kinko Hyo

Ichimoku kinko-hyo digunakan untuk memberi ciri atau pertanda adanya tren pasar, dan batas support resistance, dan juga untuk membangkitkan sinyal beli dan jual. Indikator ini paling bagus digunakan pada grafik harian dan mingguan.
Ketika menetapkan dimensi dari paramater-parameter, empat waktu interval/jeda digunakan. Nilai-nilai dari garis individual yang membentuk indikator ini didasarkan pada interval-interval tersebut di bawah ini:
Tenkan-sen, menunjukkan nilai harga rata-rata selama interval waktu pertama, ditetapkan sebagai jumlah dari maksimum dan minimum di dalam waktu ini, kemudian dibagi 2;
Kijun-sen menunjukkan nilai harga rata-rata selama interval waktu kedua;
Senkou Span A, menunjukkan nilai tengah jarak antara dua garis harga sebelumnya yang digeser ke depan oleh nilai interval waktu kedua;
Senkou Span B, menunjukkan nilai harga rata-rata selama interval waktu ketiga yang digeser ke depan oleh nilai interval waktu kedua.
Chinkou Span menunjukkan harga penutupan (closing price) pada candle saat ini yang digeser ke belakang oleh nilai interval waktu kedua. Jarak antara garis Senkou diarsir dengan warna lain dan disebut “cloud/awan”. Bila harga berada di antara garis-garis ini, pasar bisa dianggap sebagai non-tren, dan cloud membentuk batas support dan resistance.
Bila harga berada di atas cloud, garis bagian atas menjadi batas support pertama, dan garis kedua membentuk batas support kedua.
Bila harga berada di bawah cloud, garis bagian bawah menjadi batas resistance pertama, dan yang di atasnya membentuk batas kedua.
Bila garis Chinkou Span menyilang price chart pada arah bottom-up (naik), maka itulah signal untuk beli. Bila garis Chinkou Span menyilang price chart pada arah top-down (turun), maka itulah signal untuk jual.
Kijun-sen digunakan sebagai indikator pergerakan pasar. Bila harga lebih tinggi daripada indikator ini, harga kemungkinan akan terus meningkat. Bila harga menyilang garis ini, maka kemungkinan ada perubahan tren yang lebih jauh.
Kegunaan lain Kijun-sen adalah memberikan signal. Sinyal beli adalah ketika garis Tenkan-sen menyilang Kijun-sen pada arah bottom-up (naik). Arah top-down (turun) adalah sinyal untuk jual.
Tenkan-sen digunakan sebagai indikator tren pasar. Bila garis ini naik atau turun, berarti ada tren. Bila bergerak horisontal, maka berarti pasar telah masuk ke dalam channel (dengan kata lain tidak ada tren).
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Moving Average - MA
Indikator teknis Moving Average menunjukkan intrumen rata-rata nilai harga untuk waktu tertentu. Ketika satu menghitung pergerakan rata-rata, satu menghitung rata-rata harga instrumen pada periode waktu tersebut. Ketika harga berubah, moving average-nya juga naik, ataupun turun.
Ada empat jenis MA: Simple (juga disebut Arithmatik), Eksponensial, Smoothed, dan Linear Weighted. MA dapat diperhitungkan untuk sejumlah set data berurutan apapun, termasuk harga buka dan harga tutup, harga puncak dan harga palung, volume trading, atau indikator-indikator lainnya. Seringkali MA digunakan berganda.
Satu-satunya hal yang mana MA dari berbagai jenis berbeda satu dengan lainnya, adalah ketika koefisien berat, yang ditetapkan pada data terakhir, berbeda. Dalam hal kita berbicara Simple MA , semua harga atas periode waktu tertentu masih belum jelas, adalah sama dalam nilai. Eksponensial dan Linear Weighted MA melampirkan lebih banyak nilai pada harga-harga terakhir.
Cara yang paling umum untuk menerjemahkan harga pergerakan rata-rata adalah dengan membandingkan pergerakannya terhadap harga. Ketika harga instrumen naik di atas pergerakan rata-rata (moving average), sinyal beli muncul, bila harga jatuh di bawah pergerakan rata-rata, yang muncul adalah sinyal jual.
Sistem trading seperti ini, yang mana berdasarkan pergerakan rata-rata, tidak dirancang untuk menyediakan “pintu masuk” ke pasar tepat pada saat titik terendah palungnya, dan “keluar” tepat pada titik puncaknya. Ia membolehkan untuk bertindak sesuai tren berikut: beli segera setelah harga mencapai palung, dan jual segera setelah harga mencapai puncak.
MA juga dapat diaplikasikan pada indikator-indikator. Ini di mana interpretasi pergerakan rata-rata indikator mirip dengan interpretasi pergerakan rata-rata harga: bila indikator naik di atas pergerakan rata-ratanya, maka pergerakan naik indikator kemungkinan akan berlanjut: bila indikator jatuh di bawah pergerakan rata-ratanya, berarti cenderung akan terus turun.
Berikut beberapa jenis moving average:
Simple Moving Average (SMA)
Exponential Moving Average (EMA)
Smoothen Moving Average (SMMA)
Linear Weighted Moving Average (LWMA)
Simple Moving Average (SMA)
Moving average simpel (sederhana), atau dengan kata lain aritmatikal, dihitung dengan menjumlahkan harga pentupan terhadap sebuah angka tertentu dari periode tunggal (misal, 12 jam). Nilai ini kemudian dibagi dengan angka periode tersebut.
SMA = SUM (CLOSE, N)/N
Di mana:
N adalah angka periode perhitungan
Exponential Moving Average (EMA)
EMA dihitung dengan menjumlahkan pergerakan rata-rata pada bagian tertentu harga penutupan saat ini dengan nilai sebelumnya. Dengan EMA, harga terakhir adalah nilai lebih. P-persen EMA akan menjadi seperti:
EMA = (CLOSE(i)*P)+(EMA(i-1)*(100-P))
Di mana:
CLOSE (i) adalah harga pada penutupan periode saat ini;
EMA (i-1) adalah pergerakan rata-rata eksponensial periode penutupan sebelumnya;
P adalah persentase dari penggunaan nilai harga.
Smoothed Moving Average (SMMA)
Nilai pertama dari SMMA dihitung sebagai simple moving average (SMA):
SUM1 = SUM (CLOSE, N)
SMMA1 = SUM1/N
MA kedua dan berikutnya dihitung berdasarkan rumus berikut:
SMMA(i) = (SUM1-SMMA1+CLOSE(I))/N
Di mana:
SUM1 adalah jumlah total harga penutupan untuk periode waktu N;
SMMA1 adalah pergerakan rata-rata smoothed pada batang (bar) pertama;
SMMA(i) adalah pergerakan rata-rata smoothed pada bar saat ini (kecuali bar yg pertama);
CLOSE(i) adalah harga penutupan saat ini;
N adalah periode smoothing.
Linear Weighted Moving Average (LWMA)
Dalam hal weighted MA, data terakhir adalah bernilai lebih dibanding data sebelumnya. LWMA dihitung dengan mengkalikan setiap harga penutupan dalam seri yg ditentukan, dengan koefisien berat tertentu.
LWMA = SUM(CLOSE(i)*I, N)/SUM(I, N)
Di mana:
SUM (i, N) adalah jumlah total koefisien berat.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Ada empat jenis MA: Simple (juga disebut Arithmatik), Eksponensial, Smoothed, dan Linear Weighted. MA dapat diperhitungkan untuk sejumlah set data berurutan apapun, termasuk harga buka dan harga tutup, harga puncak dan harga palung, volume trading, atau indikator-indikator lainnya. Seringkali MA digunakan berganda.
Satu-satunya hal yang mana MA dari berbagai jenis berbeda satu dengan lainnya, adalah ketika koefisien berat, yang ditetapkan pada data terakhir, berbeda. Dalam hal kita berbicara Simple MA , semua harga atas periode waktu tertentu masih belum jelas, adalah sama dalam nilai. Eksponensial dan Linear Weighted MA melampirkan lebih banyak nilai pada harga-harga terakhir.
Cara yang paling umum untuk menerjemahkan harga pergerakan rata-rata adalah dengan membandingkan pergerakannya terhadap harga. Ketika harga instrumen naik di atas pergerakan rata-rata (moving average), sinyal beli muncul, bila harga jatuh di bawah pergerakan rata-rata, yang muncul adalah sinyal jual.
Sistem trading seperti ini, yang mana berdasarkan pergerakan rata-rata, tidak dirancang untuk menyediakan “pintu masuk” ke pasar tepat pada saat titik terendah palungnya, dan “keluar” tepat pada titik puncaknya. Ia membolehkan untuk bertindak sesuai tren berikut: beli segera setelah harga mencapai palung, dan jual segera setelah harga mencapai puncak.
MA juga dapat diaplikasikan pada indikator-indikator. Ini di mana interpretasi pergerakan rata-rata indikator mirip dengan interpretasi pergerakan rata-rata harga: bila indikator naik di atas pergerakan rata-ratanya, maka pergerakan naik indikator kemungkinan akan berlanjut: bila indikator jatuh di bawah pergerakan rata-ratanya, berarti cenderung akan terus turun.
Berikut beberapa jenis moving average:
Simple Moving Average (SMA)
Exponential Moving Average (EMA)
Smoothen Moving Average (SMMA)
Linear Weighted Moving Average (LWMA)
Simple Moving Average (SMA)
Moving average simpel (sederhana), atau dengan kata lain aritmatikal, dihitung dengan menjumlahkan harga pentupan terhadap sebuah angka tertentu dari periode tunggal (misal, 12 jam). Nilai ini kemudian dibagi dengan angka periode tersebut.
SMA = SUM (CLOSE, N)/N
Di mana:
N adalah angka periode perhitungan
Exponential Moving Average (EMA)
EMA dihitung dengan menjumlahkan pergerakan rata-rata pada bagian tertentu harga penutupan saat ini dengan nilai sebelumnya. Dengan EMA, harga terakhir adalah nilai lebih. P-persen EMA akan menjadi seperti:
EMA = (CLOSE(i)*P)+(EMA(i-1)*(100-P))
Di mana:
CLOSE (i) adalah harga pada penutupan periode saat ini;
EMA (i-1) adalah pergerakan rata-rata eksponensial periode penutupan sebelumnya;
P adalah persentase dari penggunaan nilai harga.
Smoothed Moving Average (SMMA)
Nilai pertama dari SMMA dihitung sebagai simple moving average (SMA):
SUM1 = SUM (CLOSE, N)
SMMA1 = SUM1/N
MA kedua dan berikutnya dihitung berdasarkan rumus berikut:
SMMA(i) = (SUM1-SMMA1+CLOSE(I))/N
Di mana:
SUM1 adalah jumlah total harga penutupan untuk periode waktu N;
SMMA1 adalah pergerakan rata-rata smoothed pada batang (bar) pertama;
SMMA(i) adalah pergerakan rata-rata smoothed pada bar saat ini (kecuali bar yg pertama);
CLOSE(i) adalah harga penutupan saat ini;
N adalah periode smoothing.
Linear Weighted Moving Average (LWMA)
Dalam hal weighted MA, data terakhir adalah bernilai lebih dibanding data sebelumnya. LWMA dihitung dengan mengkalikan setiap harga penutupan dalam seri yg ditentukan, dengan koefisien berat tertentu.
LWMA = SUM(CLOSE(i)*I, N)/SUM(I, N)
Di mana:
SUM (i, N) adalah jumlah total koefisien berat.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Parabolic SAR
Indikator teknis Parabolic SARdikembangkan untuk menganalisa pasar yang sedang membentuk tren. Indikator ini dibangun berdasarkan price chart. Indikator ini mirip dengan Moving Average di mana perbedaannya hanyalah Parabolic SAR bergerak dengan akselerasi lebih tinggi dan bisa berubah posisinya ketika harga berubah. Indikator di bawah harga pada saat pasar naik (up trend) dan pada saat pasar turun (down trend) berada di atas harga.
Bila harga menyilang garis Parabolic SAR, indikator berbalik, dan nilai selanjutnya diposisikan di sisi lain dari harga. Ketika indikator seperti itu muncul, harga maksimum atau minimum untuk periode sebelumnya akan bertindak sebagai titik awal (starting point). Ketika indikator berbalik arah, itu memberikan sinyal akhir suatu tren (tahap koreksi atau mendatar), atau sinyal berbaliknya.
Parabolic SAR adalah indikator yang sangat hebat untuk titik keluar. Posisi long (jual?) seharusnya ditutup ketika harga turun di bawah garis SAR, posisi short (beli) seharusnya ditutup ketika harga naik di atas garis SAR. Indikator ini seringkali berlaku sebagai garis trailling stop.
Bila posisi jual terbuka (misal ketika harga di atas garis SAR), garis Parabolic SAR akan naik, tanpa memperhatikan pergerakan harga. Panjang pergerakan garis SAR tergantung pada skala pergerakan harga.
Perhitungan:
SAR(i) = SAR (i-1)+AKSELERASI*(EPRICE(i-1)-SAR(i-1))
Di mana:
SAR (i-1) adalah nilai indikator pada “batang” sebelumnya;
AKSELERASI adalah faktor akselerasi;
EPRICE adalah harga tertinggi (atau terendah) pada periode sebelumnya (EPRICE = HIGH untuk posisi jual (long?) dan EPRICE = LOW untuk posisi beli)
Nilai indikator meningkat apabila harga pada candle saat ini lebih tinggi daripada harga bullish sebelumnya dan begitu sebaliknya. Faktor akselerasi (AKSELERASI) akan menjadi dua kali lipat pada saat yg sama, yang mana akan menyebabkan Parabolic SAR dan harga menjadi bertemu. Dengan kata lain, semakin cepat harga naik ataupun turun, semakin cepat pula indikator mendekati harga.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Bila harga menyilang garis Parabolic SAR, indikator berbalik, dan nilai selanjutnya diposisikan di sisi lain dari harga. Ketika indikator seperti itu muncul, harga maksimum atau minimum untuk periode sebelumnya akan bertindak sebagai titik awal (starting point). Ketika indikator berbalik arah, itu memberikan sinyal akhir suatu tren (tahap koreksi atau mendatar), atau sinyal berbaliknya.
Parabolic SAR adalah indikator yang sangat hebat untuk titik keluar. Posisi long (jual?) seharusnya ditutup ketika harga turun di bawah garis SAR, posisi short (beli) seharusnya ditutup ketika harga naik di atas garis SAR. Indikator ini seringkali berlaku sebagai garis trailling stop.
Bila posisi jual terbuka (misal ketika harga di atas garis SAR), garis Parabolic SAR akan naik, tanpa memperhatikan pergerakan harga. Panjang pergerakan garis SAR tergantung pada skala pergerakan harga.
Perhitungan:
SAR(i) = SAR (i-1)+AKSELERASI*(EPRICE(i-1)-SAR(i-1))
Di mana:
SAR (i-1) adalah nilai indikator pada “batang” sebelumnya;
AKSELERASI adalah faktor akselerasi;
EPRICE adalah harga tertinggi (atau terendah) pada periode sebelumnya (EPRICE = HIGH untuk posisi jual (long?) dan EPRICE = LOW untuk posisi beli)
Nilai indikator meningkat apabila harga pada candle saat ini lebih tinggi daripada harga bullish sebelumnya dan begitu sebaliknya. Faktor akselerasi (AKSELERASI) akan menjadi dua kali lipat pada saat yg sama, yang mana akan menyebabkan Parabolic SAR dan harga menjadi bertemu. Dengan kata lain, semakin cepat harga naik ataupun turun, semakin cepat pula indikator mendekati harga.
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Relative Strength Index (Indeks Kekuatan Relatif) - RSI
Indikator teknis RSI adalah sebuah oskilator-yang-mengikuti-harga yang berjarak antara 0 dan 100. Ketika Wilder memperkenalkan RSI, dia merekomendasikan penggunaan RSI 14-hari. Sejak saat itu, RSI 9-hari dan 25-hari juga mulai populer.
Sebuah metode populer dalam menganalisa RSI adalah dengan mencari perbedaan (divergence) yang mana harga/sekuritas (security) sedang membentuk puncak baru, namun RSI gagal melewati puncak sebelumnya. Perbedaan ini adalah indikasi akan adanya putar-balik. Ketika RSI berbalik turun dan jatuh di bawah palung yang terakhir sebelumnya, dikatakan bahwa telah mencapai “kegagalan ayun”. Kegagalan ayun adalah sebuah konfirmasi akan adanya putar-balik.
Cara untuk menggunakan RSI untuk analisa harga:
Tops dan Bottom
RSI biasanya memuncak di atas 70 dan menggelosor di bawah 30. RSI biasanya membentuk puncak dan palung sebelum price chart di atasnya.
Formasi Chart
RSI sering membentuk pola chart seperti head and shoulder atau segitiga yang mungkin iya atau mungkin tidak terlihat pada price chart.
Gagal ayun (penetrasi support dan resisitance atau jebol)
Ini adalah di mana RSI melewati puncak sebelumnya atau jatuh di bawah palung sebelumnya.
Batas support dan resistance
RSI menunjukkan, kadang bahkan lebih jelas daripada harganya itu sendiri, batas support dan resistance.
Divergence (perbedaan)
Seperti telah dibahas di atas, divergence / perbedaan terjadi ketika harga membuat puncak baru (atau palung baru) yang tidak dikonfirmasi/dicapai oleh puncak baru (atau palung baru) pada RSI. Harga biasanya memperbaiki dan bergerak searah dengan RSI.
Rumus:
RSI = 100 – (100/1+U/D))
Di mana:
U adalah angka rata-rata untuk perubahan harga positif
D adalah angka rata-rata untuk perubahan harga negatif
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Sebuah metode populer dalam menganalisa RSI adalah dengan mencari perbedaan (divergence) yang mana harga/sekuritas (security) sedang membentuk puncak baru, namun RSI gagal melewati puncak sebelumnya. Perbedaan ini adalah indikasi akan adanya putar-balik. Ketika RSI berbalik turun dan jatuh di bawah palung yang terakhir sebelumnya, dikatakan bahwa telah mencapai “kegagalan ayun”. Kegagalan ayun adalah sebuah konfirmasi akan adanya putar-balik.
Cara untuk menggunakan RSI untuk analisa harga:
Tops dan Bottom
RSI biasanya memuncak di atas 70 dan menggelosor di bawah 30. RSI biasanya membentuk puncak dan palung sebelum price chart di atasnya.
Formasi Chart
RSI sering membentuk pola chart seperti head and shoulder atau segitiga yang mungkin iya atau mungkin tidak terlihat pada price chart.
Gagal ayun (penetrasi support dan resisitance atau jebol)
Ini adalah di mana RSI melewati puncak sebelumnya atau jatuh di bawah palung sebelumnya.
Batas support dan resistance
RSI menunjukkan, kadang bahkan lebih jelas daripada harganya itu sendiri, batas support dan resistance.
Divergence (perbedaan)
Seperti telah dibahas di atas, divergence / perbedaan terjadi ketika harga membuat puncak baru (atau palung baru) yang tidak dikonfirmasi/dicapai oleh puncak baru (atau palung baru) pada RSI. Harga biasanya memperbaiki dan bergerak searah dengan RSI.
Rumus:
RSI = 100 – (100/1+U/D))
Di mana:
U adalah angka rata-rata untuk perubahan harga positif
D adalah angka rata-rata untuk perubahan harga negatif
(diambil dan diterjemahkan dari www.metaquotes.net)
Langganan:
Postingan (Atom)